Sistem ini menggunakan data hujan satelit GSMaP Now dan GSMaP Near Real-Time, yang disimulasikan dengan model UPerRRM (Universitas Pertamina Rainfall Runoff Model) (Januriyadi, 2024) menggunakan Tank Model untuk proses di DAS dan Kinematic Wave Flow Routing untuk aliran sungai. Informasi yang ditampilkan adalah indikasi potensi banjir, bukan peringatan resmi, karena model belum sepenuhnya terkalibrasi.
Model akan diperbarui secara otomatis ketika terdeteksi curah hujan lebih dari 5 mm/jam dalam 6 jam terakhir atau akumulasi hujan harian (24 jam) melebihi 50 mm.
Peringatan dini banjir ini dibagi berdasarkan pulau besar yang ada di Indonesia, antara lain: