Daerah Aliran Sungai Bekasi merupakan salah satu DAS strategis di wilayah utara Provinsi Jawa Barat. Secara administratif, DAS ini melintasi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Bekasi, hingga Kabupaten Bekasi. Aliran Sungai Bekasi berasal dari wilayah hulu di Kabupaten Bogor, kemudian mengalir melalui kawasan perkotaan di Kota Bekasi, dan bermuara ke Laut Jawa melalui sistem Canal Bekasi Laut (CBL) di bagian hilir.
Sebagai DAS yang melewati wilayah dengan tingkat urbanisasi tinggi, Sungai Bekasi beberapa kali mengalami kejadian luapan dan banjir, terutama pada saat curah hujan tinggi di wilayah hulu dan tengah DAS. Salah satu kejadian banjir signifikan tercatat pada bulan Maret 2025, yang berdampak pada beberapa wilayah di sepanjang Sungai Bekasi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan prediksi hidrologi yang andal sebagai dasar mitigasi bencana banjir.
Dalam pemodelan FEWS DAS Bekasi, digunakan enam titik pengamatan yang merepresentasikan kondisi aliran dari hulu hingga hilir. Enam lokasi tersebut meliputi:
Jembatan Citeureup
Kawasan Podomoro
Jembatan Cipendawa
Bendung CBL
Jembatan Kramat Mundu
CBL Hilir
Sebaran DAS Bekasi dan lokasi titik pengamatan tersebut ditampilkan pada gambar di bawah ini
Hidrograf prediksi yang ditampilkan pada halaman ini menunjukkan perkiraan respon debit aliran terhadap kondisi hujan berdasarkan hasil analisis hidrologi terkini. Grafik hidrograf mencakup informasi debit masuk (inflow), debit keluar (outflow), intensitas hujan, serta ambang batas peringatan banjir (Waspada, Siaga, dan Awas).
Perlu diperhatikan bahwa grafik hidrograf ini bersifat dinamis dan diperbarui secara otomatis sesuai dengan data hujan dan pemodelan hidrologi terbaru. Oleh karena itu, bentuk dan nilai hidrograf dapat berubah seiring waktu mengikuti perkembangan kondisi hidrometeorologi.
Lokasi pengamatan Jembatan Citeureup terletak pada ruas Sungai Cileungsi, yang merupakan salah satu anak Sungai Bekasi. Secara administratif, titik pengamatan ini berada di wilayah Bantar Jati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Hidrograf prediksi di lokasi Jembatan Citeureup disajikan pada gambar di bawah ini.
Lokasi pengamatan Kawasan Podomoro terletak pada ruas Sungai Cikeas, yang merupakan salah satu anak Sungai Bekasi. Secara administratif, titik pengamatan ini berada di wilayah Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Hidrograf prediksi pada lokasi Kawasan Podomoro disajikan pada gambar di bawah ini.
Lokasi pengamatan Jembatan Cipendawa terletak pada ruas Sungai Bekasi, yang merupakan titik pertemuan antara Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi. Dengan demikian, lokasi ini merepresentasikan kondisi aliran utama Sungai Bekasi setelah menerima kontribusi debit dari dua anak sungai utama di bagian hulu. Secara administratif, titik pengamatan ini berada di wilayah Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Hidrograf prediksi pada lokasi Jembatan Cipendawa disajikan pada gambar di bawah ini.
Bendung CBL terletak pada pertemuan Sungai Cikarang dengan saluran Canal Bekasi Laut (CBL). Secara administratif, titik pengamatan Bendung CBL berada di wilayah Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Hidrograf prediksi pada lokasi Bendung CBL disajikan pada gambar di bawah ini
Jembatan Kramat Mundu terletak pada ruas Kali Jambe, yang merupakan salah satu alur sungai yang bermuara ke Canal Bekasi Laut (CBL). Secara administratif, titik pengamatan Jembatan Kramat Mundu berada di wilayah Satriajaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Hidrograf prediksi pada lokasi Jembatan Kramat Mundu disajikan pada gambar di bawah ini.
CBL Hilir digunakan untuk mengamati perubahan debit aliran setelah Sungai Bekasi bergabung dengan sistem Canal Bekasi Laut (CBL). Lokasi ini merupakan bagian hilir dari sistem pengaliran DAS Bekasi dan dikenal sebagai salah satu wilayah yang cukup sering mengalami genangan dan banjir, terutama saat debit dari hulu dan tengah DAS meningkat secara signifikan.
Secara administratif, titik pengamatan CBL Hilir berada di wilayah Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Hidrograf prediksi pada lokasi CBL Hilir disajikan pada gambar di bawah ini.