Flood Early Warning System (FEWS) merupakan sistem berbasis data hujan satelit dan pemodelan hidrologi yang dikembangkan untuk memberikan indikasi dini potensi banjir di berbagai wilayah Indonesia. Sistem ini ditujukan sebagai alat pendukung pemantauan hidrologi dan kewaspadaan awal, khususnya pada Daerah Aliran Sungai (DAS) yang rentan terhadap banjir.
Sistem ini dikembangkan oleh Hydrology and Environmental System Laboratory (HESLab), Universitas Pertamina, sebagai bagian dari riset dan pengembangan pemodelan hidrologi berbasis data satelit.
Data yang digunakan dalam sistem ini merupakan kombinasi data hujan satelit GSMaP Now dan GSMaP Near Real-Time. GSMaP Now memiliki latensi 0 jam, sehingga dapat digunakan untuk pemantauan kondisi hujan secara hampir real-time. Sementara itu, GSMaP Near Real-Time tersedia dengan latensi sekitar 4 jam dan memiliki kualitas estimasi yang lebih baik.
Ketika data GSMaP Near Real-Time telah tersedia, data tersebut akan secara otomatis menggantikan data GSMaP Now untuk mengkoreksi simulasi hidrologi yang sebelumnya.
Pemodelan hidrologi dalam sistem Flood Early Warning ini menggunakan Model Hidrologi UPerRRM (Universitas Pertamina Rainfall Runoff Model) (Januriyadi, 2024). UPerRRM merupakan model semi-distribusi yang dirancang untuk merepresentasikan respon hidrologi DAS secara spasial.
Proses hujan–limpasan dimodelkan menggunakan model konseptual Tank Model, yang mensimulasikan transformasi hujan menjadi limpasan sebagai lateral flow di tingkat DAS. Selanjutnya, aliran air dialirkan melalui jaringan sungai dari hulu ke hilir menggunakan pendekatan Kinematic Wave Flow Routing.
Simulasi dan pembaruan sistem dilakukan otomatis apabila terdeteksi:
Curah hujan > 5 mm/jam dalam 6 jam terakhir, atau
Akumulasi hujan > 50 mm dalam 24 jam
Pendekatan ini digunakan untuk menangkap kejadian hujan signifikan yang berpotensi menyebabkan respon hidrologi cepat di DAS.
Informasi yang ditampilkan merupakan indikasi potensi banjir dan bukan peringatan resmi.
Model hidrologi yang digunakan masih dalam tahap pengembangan dan belum sepenuhnya terkalibrasi pada seluruh DAS di Indonesia. Oleh karena itu, hasil FEWS tidak dimaksudkan sebagai dasar tunggal untuk pengambilan keputusan darurat dan harus digunakan dengan kehati-hatian.
Informasi Flood Early Warning disajikan berdasarkan kelompok pulau besar di Indonesia. Setiap wilayah memiliki halaman tersendiri dengan peta dan informasi spesifik DAS.
🔗 Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
Sistem Flood Early Warning ini merupakan bagian dari pengembangan riset berkelanjutan di bidang hidrologi, pemanfaatan hujan satelit, serta mitigasi risiko bencana hidrometeorologi di Indonesia.
Ke depan, sistem ini akan terus dikembangkan melalui:
Kalibrasi model berbasis data observasi,
Penambahan DAS yang ditinjau,
Integrasi dengan model genangan banjir.