Pada platform ini, FEWS diterapkan untuk wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, dengan fokus utama pada analisis spasial dan temporal kejadian banjir berbasis wilayah sungai.
Wilayah kajian dibagi ke dalam tujuh wilayah (Wilayah I–VII). Pembagian ini dilakukan untuk memudahkan pengelolaan data, interpretasi hasil, serta penyajian informasi yang lebih terstruktur dan spesifik sesuai karakteristik regional. Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar dibawah ini.
Setiap wilayah analisis terdiri atas beberapa wilayah sungai, dan masing-masing wilayah sungai didelineasi lebih lanjut ke dalam sejumlah sub-DAS. Pendekatan ini digunakan untuk mendukung pemodelan hujan–limpasan secara semi-distributed, sehingga hasil pemodelan FEWS dapat merepresentasikan kondisi hidrologi secara lebih detail.
Adapun penjelasan masing-masing wilayah analisis adalah sebagai berikut.
Wilayah I mencakup beberapa wilayah sungai, yaitu:
Wilayah Sungai Cibalung–Cisawarna
Wilayah Sungai Ciliman–Cibungur
Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian
Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane
Secara keseluruhan, wilayah ini didelineasi menjadi sekitar 2.907 sub-DAS. Untuk melihat hasil pemodelan FEWS secara lebih rinci pada Wilayah I, informasi dapat diakses melalui halaman wilayah terkait.
Wilayah II terdiri atas:
Wilayah Sungai Citarum
Wilayah Sungai Cisadea–Cibareno
Wilayah Sungai Ciwulan–Cilaki
Wilayah Sungai Cimanuk–Cisanggarung
Wilayah Sungai Citanduy
Secara keseluruhan, wilayah ini didelineasi menjadi sekitar 5.858 sub-DAS. Untuk melihat hasil pemodelan FEWS secara lebih rinci pada Wilayah II, informasi dapat diakses melalui halaman wilayah terkait.
Wilayah III meliputi:
Wilayah Sungai Pemali–Comal
Wilayah Sungai Bodri–Kuto
Wilayah Sungai Serayu–Bogowonto
Wilayah Sungai Progo–Opak–Serang
Secara keseluruhan, wilayah ini didelineasi menjadi sekitar 3.440 sub-DAS. Untuk melihat hasil pemodelan FEWS secara lebih rinci pada Wilayah III, informasi dapat diakses melalui halaman wilayah terkait.
Wilayah IV hingga Wilayah VII saat ini masih dalam tahap pengembangan, dan akan dilengkapi secara bertahap seiring dengan pembaruan data dan pengembangan sistem FEWS.